large image
MENU ALTERNATIF
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA TERBARU
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website PD KMHDI Sul-Sel ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 188106 user
  • IP address : 54.198.205.153
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
MENJADI KADER DAMBAAN KMHDI
Kategori Berita | Diposting pada : 2013-10-20 -|- 08:15:00 oleh Admin
Share this article on

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia atau yang biasa disingkat dengan KMHDI adalah suatu wadah untuk berkumpul dan belajar bagi setiap mahasiswa Hindu.  KMHDI sebagai tempat belajar bagi mahasiswa Hindu merupakan salah satu alasan utama terbentuknya KMHDI kala itu. Seperti yang tertuang pada Buku Pedonan Kaderisasi KMHDI bahwa KMHDI sejak awal berdirinya telah berketetapan hati akan memikul tanggung jawab atas pengembangan generasi muda Hindu. Sebagai organisasi kader, KMHDI akan menggembleng mahasiswa Hindu Indonesia di masa sekarang agar menjadi pemimpin di masa depan. KMHDI berpendirian bahwa generasi muda Hindu harus mampu menjadi corong bagi umat Hindu, sekaligus menjadi pionir dalam kemajuan bersama. Cita-cita mulia inilah yang menjadi dasar kuat bertahannya KMHDI hingga umurnya yang ke 20 tahun ini.


Sebagai tempat berkumpul dan belajar bagi mahasiswa Hindu di Kota Makassar PD KMHDI Sulsel menaungi anggota yang tidak sedikit jumlahnya. Dengan jumlah anggota yang banyak tidak jarang terjadi perselisihan maupun perbedaan pendapat diantara sesama anggota. Walaupun kadang kala perselisihan itu datang, dalam suatu organisasi perselisihan itu merupakan hal wajar, tergantung bagaimana masing-masing individu dapat menyikapinya kearah yang positif ataupun negative.


Menjadi anggota di sebuah organisasi sebesar KMHDI harus mampu menyesuaikan diri dengan iklim organisasi. Anggota yang tidak mampu menyesuaikan diri jelas akan mengalami seleksi alam seperti teori yang pernah di kemukakan Darwin. Banyak alasan mereka untuk meninggalkan PD KMHDI Sulsel, ada yang mengatakan ingin fokus kuliah, dilarang keluar malam, merasa tersisih, ataupun hal-hal yang sebenarnya bisa dibicarakan seperti rapat yang terlalu lama.


Satu contoh dari salah satu sumber yang saya peroleh, dia tidak ingin bergabung lagi dengan PD KMHDI Sulsel karena dia merasa tidak dianggap, dicueki, sehingga merasa tersisih. Mereka merasa bahwa jika lama tak muncul maka mereka juga seperti tak ada artinya lagi di organisasi ini. Fenomena seperti ini kerap kali terjadi bahkan sering dibahas bersama oleh pengurus dalam forum rapat. Namun, seperti yang saya bahasakan sebelumnya bahwa seleksi alam akan berjalan kepada anggota yang tidak mampu beradaptasi.


Anggota yang sadar akan tanggung jawabnya ketika mengucapkan Asta Prasetya Brahmacarya akan tetap berdiri kokoh dibawah naungan KMHDI meskipun berbagai persoalan dan tantangan yang ia hadapi. Karena hanya anggota yang bertekat besar untuk belajar dan berproses memiliki kesempatan menjadi kader KMHDI yang berkualitas. Seperti yang tertuang dalam misi KMHDI.


Pada hakikatnya kader-kader yang sadar akan hak, kewajiban dan harga dirinya tidak akan tergoyahkan oleh apapun. Dengan demikian ia akan menemukan jati dirinya sebagai kader KMHDI yaitu Religius, Humanisme, Nasionalisme dan Progresifitas. Jadi selamat berjuang untuk kader-kader PD KMHDI Sulsel, selamat belajar, selamat berproses, dan menjadilah kader-kader yang lolos dari Seleksi Alam yang terjadi.


Mengutip kata-kata kakanda Made Surya Putra bahwa “Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan dan tidak ada pengorbanan yang terbuang percuma”


Oleh: (Biro Penelitian dan Pengembangan PD KMHDI SULSEL / Novi Maharestu P.)



Baca Juga Berita Lainnya