large image
MENU ALTERNATIF
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA TERBARU
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website PD KMHDI Sul-Sel ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 186377 user
  • IP address : 54.196.42.8
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Ada Cinta di PD KMHDI SulSel
Kategori Berita | Diposting pada : 2013-10-04 -|- 11:15:00 oleh Admin
Share this article on









Kenapa harus cinta dan organisasi ? apakah ada hubungannya ? jawabannya ialah, hubungannya sangat erat sekali. Bahkan terkadang kedua hal ini harus saling berkorban. ketika kita dituntut harus profesional dalam organisasi dan disisi lain kita sangat menyayangi pasangan kita yang dengan sangat tidak beruntungnya berada dalam suatu organisasi tersebut bersama kita.  seandainya kita dituntut untuk memilih salah satu diantara dua hal tersebut, manakah yang akan anda pertahankan ? cinta anda ? atau organisasi anda ? lalu manakah yang akan anda korbankan ? kekasih anda ? atau komitmen anda dalam organisasi tersebut ?


Tentu saja hal ini bukan masalah yang mudah untuk di pecahkan dalam waktu yang singkat tanpa memikirkan konsekwensi ke depannya. Ketika anda memperjuangkan loyalitas anda dalam suatu organisasi anda, itu sama artinya anda harus mengorbankan cinta anda dan merelakan kekasih anda untuk melepaskan anda seberapapun lamanya anda menjalin hubungan tersebut bersama pasangan anda, seberapapun sayangnya anda kepada kekasih anda. sebaliknya ketika anda mempertahankan cinta anda, itu sama halnya anda dengan mengorbankan komitmen anda dalam organisasi tersebut untuk tetap berkontribusi secara profesional.


Oganisasi adalah wadah yang terdiri atas sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam organisasi akan dijumpai orang dengan berbagai sifat dan karakternya. Organisasi terkadang akan kehilangan anggotanya setelah para anggota tersebut mencapai titik kejenuhan.


Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan-pendekatan yang jitu agar organisasi itu tidak tinggal nama. Perlu adanya generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan dalam organisasi tersebut.


Sering terjadi, banyak dari kita ikut organisasi karena alasan-alasan yang sebenarnya sangat tidak pantas untuk disebut alasan. Misalnya saja, karena diajak teman atau karena ada kakak angkatan yang diidolakan. Alasan-alasan itulah nantinya yang justru akan menjadi bumerang untuk kita sendiri saat kita benar-benar telah memilih untuk ikut andil dan ambil bagian pada sebuah organisasi.


Mengapa?


Karena niat yang kita tanamkan dari hati semata-mata  bukan karena kta ingin mendapatkan sesuatu yang terbaik bagi diri kita sendiri terlebh bermanfaat bagi orang lain, niat yang salah yang telah kita tanamakan pada hati inilah yang nantnya akan memunculkan perasaan jenuh dan lelah. Melakukan sesuatu setengah-setengah.


Sama halnya seperti kita mencintai seseorang dengan tulus, kita akan selalu berusaha memberkan yang terbaik untuknya. Demikian pula jika kita benar-benar telah mencintai organisasi, apapun yang kita lakukan pasti bertujuan untuk memberikan yang terbaik dan menebar kemanfaatan. Kita bersedia kapan saja siap untuk organisasi, kita mampu mengorbankan apa saja untuk organisasi.


Survey membuktikan jarang sekali ada orang yang benar-benar masuk organisasi karena tulus ingin memajukan organisasi tersebut. Tak bisa dipungkiri memang, pendekatan yang agak menuju tanda kutip memang sangat ampuh sekali untuk menarik anggota agar tertarik masuk dalam suatu organisasi. Cinta dalam organisasi pada dasarnya tidak salah. Saya sangat membetulkan hal itu, sesuai dengan pepatah jawa “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”, wajar karena mereka kerap kali berjumpa untuk melakukan perbincangan mengenai banyak hal.


Organisasi dan cinta. Topik ini sebenarnya topik lama yang memang sudah lama kerap terjadi dalam sebuah organisasi khususnya PD KMHDI Sul-Sel. Bahkan, tidak jarang yang bertemu dalam organisasi itu lalu berlanjut pada hubungan yang lebih serius, yang terpenting ketika cinta itu ada dalam satu organisasi jangan sampai terjadi pilih kasih, dan selalu harus bersikap adil.


Maksudnya, ketika urusan cinta ya sah sah saja ketika seseorang itu memanjakan kekasihnya, akan tetapi ketika urusan organisasi ya sebaiknya semua harus disamakan, jika tidak pasti maka akan menimbulkan kecemburuan. Kalau dalam organisasi sang kekasih salah ya salahkan saja lalu tunjukkan bagaimana seharusnya yang benar. Yang selanjutnya, ini yang menurut saya penting jangan pernah mensangkut pautkan urusan pribadi dengan organisasi. Bersikaplah profesional, meski sedang dilanda masalah ya jangan sampai masalah itu dibawa hingga organisasi menjadi korbannya.


Namun pada kenyataanya hal tersebut jarang untuk di jumpai, terutama di dunia organisasi yang kebanyakan orang bilang bisa di jadikan tempat  termudah dan peluang untuk mencari pasangan, tapi itu memang benar namun itu bukan tujuan awal toh tapi kita bertujuan untuk menambah wawasan intelektual dan untuk mengembangkan profesi dalam tataran dunia luas. Namun terkadang merka salah kaprah mereka active di sebuah organisasi hanya karna ingin bertemu pasangannya bukan untuk belajar bagaimana cara berorganisasi berdasrkan anggaran dasar organisasi  tapi ada maksud lain yang direncakan secara perasaan. Tetapi ironisnya ketika terjadi pertengkaran di antara kedua belah pihak, rasa untuk berorganisasipun akan lenyap lantaran hanya karena hal sepele yaitu masalah pribadi mereka yang berimbas pada semangat awal untuk berjuang dalam belajar berorganisasi. Kami menganggap bahwa itu akan berdampak negative pada proses belajar mereka, tentunya mereka belum paham memilah persoalan antara urusan pribadi dan urusan organisasi.


Hal itu bukanlah sebuah indikasi bahwasannya kita dilarang untuk berbuat hal tersebut tapi cobalah kita memahami tentang pemetaan antara perasaan dan pengembangan diri dalam dunia organisasi, dan realitanya banyak orang – orang mendapatkan jadohnya di dunia tersebut  tanpa ada masalah namun perlu kita tinjau kembali bahwa hubungannya harus professional artinya komitmen perlu ada untuk meminimalisir sebuah masalah yang kemungkinan besar tidak berdampak pada karir dan organisasi. Karena bagaimanapun kita harus berfikir dewasa untuk menjaga nama baik sebuah organisasi yang kita pelajari, KMHDI.


 


***


Satu hal yang perlu diperhatikan. Cinta sejati bukan cinta yang tak tahu diri. Cinta sejati bukan cinta yang lepas kendali. Bukan cinta yang mengorbankan apa saja tanpa pertimbangan, bukan cinta yang mau melakukan apa saja tanpa melihat akibat apa yang ditimbulkan.


Saat kita memutuskan untuk terjun dengan aktif dalam organisasi, kta pun perlu harus berani mengambil dan siap terhadap semua resikonya. Kita harus siap ketika waktu belajar kita berkurang. Kita harus bersedia saat istirahat kita hanya sebantar. Oleh karena itu, cinta sejati adalah cinta yang juga cerdas dan pandai. Cinta yang adil dan bijak. Cinta yang tidak berat sebelah. Cinta yang mampu mengerjakan hak dan kewajibannya. Cinta yang mendekati sempurna.


Pada akhirnya, saat seorang mahasiswa memutuskan untuk melabuhkan cintanya di organsasi, ia harus mampu untuk mencintainya dengan sejati.


Salam satu hati !!


Satyam Eva Jayate,,,,,,,,,


Oleh : I Gede Sugiarsa (Sekretaris PD KMHDI Sulsel Periode 2013-2015)



Baca Juga Berita Lainnya