large image
MENU ALTERNATIF
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA TERBARU
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website PD KMHDI Sul-Sel ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 188140 user
  • IP address : 54.198.205.153
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Presiden Ajak Umat Hindu Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama
Kategori Berita | Diposting pada : 2013-04-12 -|- 06:54:00 oleh Admin
Share this article on

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memandang persaudaraan dan kebersamaan perlu dijadikan nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

SBY mengatakan, bagi umat Hindu, Nyepi memiliki arti penting sebagai sarana pencerahan. Sangat penting bagi umat Hindu dalam menjunjung tinggi kedamaian, ketenteraman, toleransi, dan harmoni dalam kehidupan. 

"Itu semua juga perlu kita terus pelihara, hidupkan, dan segarkan di tengah kehidupan bangsa yang sangat majemuk," ujar Presiden SBY pada Dharma Shanti Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/4).

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia merupakan rangkaian dari gugusan pulau, budaya, dan penduduk yang saling bersatu dan bersaudara satu dan lainnya.

Kepada seluruh pemuka agama di seluruh Tanah Air, SBY mengajak untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama seraya senantiasa berbakti kepada bangsa dan negara.

"Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Barus Saka 1935. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan kepada kita semua," kata Presiden.

Perayaan acara yang dihadiri sekitar 7.000 umat Hindu itu mengambil tema Dengan persaudaraan, kita bangun kebersamaan.


 


Menurut Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional 2013 Gde Pradnyana, pemilihan tema didorong kesadaran bahwa kekuatan bangsa Indonesia justru pada adanya keberagaman dan kebhinekaan.


 


"Kami ingin terus menyerukan bahwa kebersamaan bangsa Indonesia dalam menuju kejayaan dibangun dari rasa kepedulian, toleransi, dan persaudaraan yang kuat," kata Gde Pradnyana.

Setelah memberikan sambutan, Presiden dan Ibu Negara menyaksikan Oratorium Siklus 700 tahun Kejayaan Nusantara oleh LKB Saraswati Jakarta.


 


Turut hadir Menag Suryadharma Ali, Menteri ESDM Jero Wacik, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen TNI (Purn) SN Suwisma.


Sumber : metrotvnews.com


 



Baca Juga Berita Lainnya