large image
MENU ALTERNATIF
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA TERBARU
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website PD KMHDI Sul-Sel ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 169451 user
  • IP address : 54.198.246.116
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Menjaga Kebhinekaan "NKRI HARGA MATI"
Kategori Berita | Diposting pada : 2016-11-04 -|- 01:26:00 oleh Admin
Share this article on

Sehubungan dengan problem terhadap bangsa ini yang dimana kemudian ISU yang berkembang di Indonesia yang begitu menggemparkan bangsa ini dan menjadi konsumsi public yang begitu memicu perpecahan antara ummat beragama, problem seperti ini sudah jelas mempunyai pengaruh besar terhadap NKRI sampai-sampai yang menjadi objek permasalahan yaitu “katanya” penistaan Al Quran dan Agama.Sesuai dengan kaca mata kami pakai melihat yang berukuran minus, kami menyatakan sesuai dengan hasil analisa kami dengan realitas yang terjadi bahwa situasi NKRI sangatlah memperihatinkan yang dimana Persatuan Indonesia sesuai dengan bunyi Sila Ke 3 yang telah di goyang oleh suatu ISU yang di mana emosional masyarakat Indonesia terbakar yang dinyalakan oleh suatu ISU,entah dipelintirkan atau salah menanggapinya oleh suatu oknum yang terlalu pede seakan-akan NKRI hanya milik “mereka”. Dan perlu kita ketahu bahwa hal seperti ini sangatlah rawan untuk memecah belah ummat beragama yang disatukan dalam suatu Negara Demokrasi/Pancasila.


Hal seperti ini tidak perlu kita terprovokasi dengan penistaan Agama atau Al Quran karena hal ini tidak melainkan dengan tunggangan politik yang begitu memicu perpecahan dan persoalan Ahok biarlah hukum yang mengambil alih karena Negara kita adalah Negara Hukum dan bukan Negara Islam atau Khilafa tatapi Negara kita Negara Demokrasi/Pancasila yang di atur oleh suatu system yaitu UUD dan diproses melalui Hukum. Perlu kita pahami bahwa hidup dalam bernegara yang berbagai Suku, Ras, Agama, dan Budaya kita harus menjunjung tinggi TOLERANSI dalam ber Negara untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak perlu kita menebar kebencian sampai-sampai mengangkat ISU SARA dengan kepentingan Politik.


Jadi marilah kita berfikir dan menganalisa baik-baik karena kondisi politik Indonesia sangatlah ekstrim, buktinya hal sepeleh yang di pelintirkan dan akhirnya Agamalah dan Alquran yang menjadi objek permasalahan hari ini. persoalan pada tanggal 4 November 2016 nanti,kami memberikan pandangan bahwa aksi atau menyampaikan pendapat dimuka umum adalah hak segala warga Negara atau kelompok-kelompok tertentu dan itu sudah mendi bagian tatanan hukumyang ada di Negara ini, namun yang perlu dipahami jangan sampai aksi yang dilakukan dapat menimbulkan ISU SARA yang dapat merusak tatanan nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu tidak ada larangannya selama masih tetap berada pada etika dan tidak keluar dari koridor yang telah di tentukan oleh UUD. Dan adapun sikap kami dituankan lewat tulisan yaitu:
1.Pihak keamana POLISI,TNI haruslah mengawal dengan ketat setiap titik aksi yang berlangsung diberbagai seluruh penjuru Indonesia khususnya kota Makassar daerah yang kita kenal sebagai sentrum gerakan yang rawan.


2. Setiap individu atau kelompok yang melakukan aksi dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia haruslah diamankan karena dapat memberikan pengaruh terhadap orang atau kelompok yang lainnya.
3. Setiap Individu atau kelompok yang melakukan aksi atau demonstran dapat meneriakkan
dan mempertegas ISU yang berbau SARA haruslah di amankan karena hal ini memicu
atau menyebar kebencian antar sesame ummat beragama.


4. Berkaitan dengan kasus Ahok,karena sudah diserahkan kepada pihak kepolisian maka mari kita memberikan kepercayaan terhadap penegak hukum untuk bekerja secara professional karena Negara kita Negara hukum.


5. Kami himbau kepada seluruh kelompok-kelompok yang turun aksi agar kiranya tidak
meneriakkan dan menebar kebencian apalagi menebar ISU SARA dengan alasan rawan
memici perpecahan di NKRI.


Atas tingginya jiwa Nasionalisme kami serta Toleransi terhadap sesame dalam NKRI.Dan kami berbicara bukan PRO atau KONTRA tetapi kami hanya memberikan tanggapan terhadap ISU yang berkembang,dan kami tidak melihat Ahoknya,Politiknya,Sukunya,ataupun Agamanya tetapi kami melihat NKRI yang begitu rawan.Jadi marilah kita sama-sama menjaga NKRI karena NKRI Bukan milik suatu golongan,Bukan milik suatu agama,Bukan milik suatu suku,Bukan milik suatu adat akan tetapi MILIK KITA SEMUA,mulai dari SABANG sampai MARAUKE. Maka dari itu janganlah terprovokasi terhadap ISU yang berkembang karena hal ini memicu perpecahan terhadap NKRI.


#NKRI HARGA MATI.


 


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)


Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)


Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)


Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEMA INTI)


Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)


Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)


 


KAMI BERSEPAKAT DAN BEKERJA SAMA KEPOLISIAN DAN TNI BAHWA SIAP MENJAGA
KEBHINEKAAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
“NKRI HARGA MATI”



Baca Juga Berita Lainnya