large image
MENU ALTERNATIF
PENGUMUMAN TERBARU
AGENDA TERBARU
JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut pendapat anda tentang tampilan website PD KMHDI Sul-Sel ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Dikunjungi oleh : 169458 user
  • IP address : 54.198.246.116
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
KETIKA KAMPUS BERSELINGKUH DENGAN PASAR
Kategori Berita | Diposting pada : 2016-05-01 -|- 07:51:00 oleh Admin
Share this article on

Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar dalam membangun suatu Negara ,karena kemajuan suatu Negara tidak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia yag di miliki oleh suatu Negara tersebut. Jika berkaca sejarah pendidikan di Indonesia yang tidak terlepas dari perjuangan Ki Hadjar Dewantara Yang menentang kebijakan Hindia Belanda yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran belanda dan anak anak orang kaya saja yang bisa mengenyam bangku pendidikan.


Kritiknya terhadap kebijakan pendidikan belanda menyebabkan ia di asingkan ke belanda. Namun karena perjuangan panjangnya akhirnya beliau sebut sebagai bapak pendidikan dan pemerintah menetapkan tanggal kelahiran beliau 2 Mei sebagai hari peringatan pendidikan nasional.


Sejarah panjang perjuangan pemerataan pendidikan bagi anak-anak bangsa yang di motori oleh Ki Hadjar Dewantara tentu member pengaruh yang besar terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia, namun seiring perjalanan perkembangan pendidikan saat ini tidak dapat di pungkiri masih banyak masalah yang di hadapi dalam meningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan.


Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini.


Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan. Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan :


“Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia”


Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan. Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia.


Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa.


Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan. Di saat pendidikan tidak lagi mengatas namakan bangsa, untuk bangsa, dan untuk anak-anak bangsa, melainkan atas nama korporat, untuk korporat, dan untuk anak-anak korporat, maka cita-cita pendidikan nasional hanya akan menjadi dongeng pengantar tidur anak2 yg hidup di bawah kokohnya jembatan. Pendidikan bukanlah barang private bagi anak-anak yang mampu secara ekonomi mau pengetahuan, tetapi untuk semua anak-anak bangsa ini.


Bangsa yang merasa sesak karena satu kelas di isi 40-60 orang demi efisiensi, bila anda susah diskusi dengan dosen diluar kelas karena dosennya sibuk urus proyek, bila kalian diancam dengan nilai saat mencoba mengkritisi dosen atau kah anda melihat teman anda sibuk mengejar nilai dan cepat selesai demi menutupi biaya kuliah yg mahal itu, atau bahkan jika kalian mesti banting tulang demi bayar UKT. Maka disaat itulah kita kehilangan eksistensi negara ini, dan kampus kita hanya menjadi perusahaan penyedia jasa pendidikan. Apakah anda akan diam saja ?


Dalam rangka menyambut hari pendidikan nasional pada tanggal 2 Mei 2016, pada hari sabtu malam tanggal 30 april, PD KMHDI Sulawesi Selatan mengadakan kajian dan diskusi mengenai isu-isu terkait masalah pendidikan yang terjadi di Indonesia dengan tema” KETIKA KAMPUS BERSELINGKUH DENGAN PASAR”. Diskusi ini mengundang Alam Saputra (Tim Riset Aliansi UNHAS Bersatu) sebagai pembicara.


Pembahasan intensif membahas kebijakan pemerintah yang memberikan keleluasaan bagi pihak swasta dan pemilik modal dalam mengelola pendidikan di Indonesia, hal ini berdampak semakin banyak sekolah dan kampus-kampus swasta yang berdiri dan menjadikan pendidikan sebagai sektor bisnis yang menguntungkan dan me nomor duakan tujuan utama pendidikan bagi anak bangsa.


Kegiatan diskusi seperti ini dilakukan agar kader KMHDI bisa lebih paham mengenai masalah dan dinamika yang terjadi di Indonesia, sehingga mulai dari mengetahui dan paham terhadap masalah-masalah yang di alami Negara Indonesia akan muncul rasa perduli dan simpati dari dalam diri Kader PD KMHDI Sulawesi-Selatan,yang kemudian secara bertahap akan menumbuhkan semagat Nasionalisme dalam diri Kader sebagai salah satu Nilai jati diri yang ingin di tanamkan dalam proses kaderisasi KMHDI.


 


Biro LITBANG & Biro Kaderisasi



Baca Juga Berita Lainnya